Adakah yang Berubah Setelah Inggris Pisah dari Uni Eropa ?

Dari tanggal 1 Februari di tahun 2020 kemarin ini, negara Inggris secara resmi bisa meninggalkan UNI EROPA setelah lebih dari 3 tahun Referendum yang bisa membuat negara itu menjadi terpecah belah. Dengan secara resmi Brexit ini mengakhiri pertikaian politik yang memang sudah bergulir secara langsung selama bertahun-tahun. Bahkan terkadang bisa melumpuhkan adakan kota Westminster. Peristiwa ini sendiri diakhiri oleh Dualisme Kepemimpinan antara adanya United Kingdom dengan Uni Eropa itu sendiri. 

Dilansir langsung dari berita CNN oleh situs finance.detik.com, UK sendiri menjadi sebuah negara pertama yang akan menarik diri dari UE di dalam sebuah sejarah. Hal ini juga akan menutup langsung bagian selama 47 tahun lamanya menjadi sebuah anggota Negara Uni Eropa. Dan dalam Pesta Brexit di Parliament Square yakni di Kota Westminster yakni Perdana Menteri Britania Raya Boris Johnson untuk bisa menyatakan adanya pesan kemerdekaan 1 jam sebelum adanya kerajaan tersebut yang secara resmi keluar dari Anggota UE ini. Johnson sendiri telah mengatakan, keputusan bulat Brexit sebagai sebuah lembar baru di dalam Pidato kenegaraannya tersebut. 

Dari sinilah, Johnson berjanji setelah negara yang ditempatinya ini resmi meninggalkan Uni Eropa maka, bisa dilahirkan atas perubahan secara Nasional dan itu benar-benar nyata. Bahkan dirinya juga secara resmi telah menjanjikan seluruh warga negaranya atas keadilan diantara 4 kerajaan tersebut. Lalu dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa apakah ada  perubahannya dalam bentuk yang secara nyata ? 

  1. Perubahan pada Brexit menjadi Lembaran Baru untuk Negara Inggris 

Walau negara ini telah dinyatakan keluar dari UE, tetap saja untuk Britania Raya masih saja harus menunggu sekitar 11 bulan lamanya untuk melakukan sebuah transisi hingga pada akhirnya UK bisa sepenuhnya bebas dari Blok UE dan juga masih ada Negosiasi perdagangan yang berkepanjangan dengan Uni Eropa. Menurut dari Perdana Menteri Inggris, yakni perkataan dari Boris Johnson, saat ini dimana waktunya fajar untuk bisa menyingsing dari balik tirai yang telah tersibak untuk bisa memulai babak baru di dalam drama Nasional terbesar kita. 

Dirinya telah menuturkan adanya kekuatan yang baru atau sebuah kedaulatan yang bisa direbut kembali sebagai perubahan besar untuk mereka. Baik itu dengan cara mengendalikan Imigrasi atau menciptakan adanya pelabuhan yang bebas atau dengan membebaskan adanya Industri perikanan juga akan melakukan sebuah transaksi perdagangan besar atau hanya akan membuat Undang-Undang yang sesuai dengan aturan dari negara kami demi kepentingan rakyat negaranya. 

Boris Johnson juga sudah memulai adanya kekuatan dan juga langkah yang sangat terpuji. Uni Eropa sendiri sudah berkembang lebih dari 50 tahun ke arah yang tidak akan sesuai dengan negara ini. Dan itu memang bisa dibenarkan oleh orang-orang yang ikut menyuarakan hal tersebut. Dan UE sendiri sudah berkembang lebih dari 50 Tahun ke arah yang memang tidak lagi sesuai dengan negara tersebut. 

Dan di dalam kesempatan yang sama, Anggota Parlemen UE dari negara Inggris yakni Nigel Farage juga menjadi salah seorang yang bisa menyuarakan Brexit dengan mengatakan mandat sebagai sebuah aksi dari Demokrasi Terbesar yang pernah dilakukan oleh negaranya. Farage juga bisa mengatakan walau dirinya ini sangat anti dengan Uni Eropa dia tidak akan menentang negara-negara Eropa bahkan dari berbagai visi untuk benua yang bisa disebutnya sebagai negara-negara bebas-berdaulat dan juga sangat demokratis. 

  1. Lantas Perubahan apa yang Terjadi pada Inggris yang Pisah dari UE ? 

Masa waktu transisi sampai dengan 11 Bulan lamanya, UK masih harus bisa menaati adanya kebijakan dan juga pengadilan UE. lalu untuk masa Transisi sendiri, UK harus betul-betul mencari sebuah kesepakatan terbaik dengan Uni Eropa. CORE bernama Piter Abdullah Redjalam telah menilai adanya sebuah masa Transisi yang justru bisa menimbulkan ketidakpastian terhadap perekonomian dunia. Puter juga sudah mengatakan, kesepakatan lebih lanjutnya Brexit ini belum bisa untuk dipastikan. Seperti halnya posisi dari negara Inggris ini setelah terjadinya Brexit, terdapat kesepakatan-kesepakatan yang belum mencapai finalnya. Yang memang sudah pasti disepakati, bahwa negara Inggris ini keluar dari Uni Eropa. Namun dari keluarnya sendiri belum benar-benar bisa disepakati dan mekanismenya seperti apa juga belum jelas dan pada akhirnya menimbulkan ketidakpastian. 

Selain adanya Brexit, Lalu Lintas Perdagangan – lalu hadirnya Tenaga Kerja – para Pelajar dan juga sebagainya bisa jadi terganggu nantinya. Pasalnya dari dibawahnya Aturan Uni Eropa, bahwa Warga dari Inggris bebas melakukan perjalanan ke Benua Eropa tanpa benar-benar memiliki visa, begitupun dengan adanya kebebasan dari pergerakan modal – barang maupun Jasa. nah dari ketidakpastian ini, kata Piter bisa mengarah kepada sebuah sentimen negatif atas perekonomian di dunia. Dirinya juga telah mengungkapkan bahwa banyaknya perusahaan Internasional, bisa memindahkan Markasnya dari negara Inggris ke negara Uni Eropa. 

Yang pastinya menurut dia juga telah memunculkan sentimen negatif. Dikarenakan adanya global pasti dirinya juga bisa berdampak negatif terhadap pertumbuhan Ekonomi Inggris sampai dengan Uni Eropa itu sendiri. Seperti saat ini negara Inggris sendiri, sudah banyak terdapat perusahaan-perusahaan Internasional yang memang sudah mengalihkan adanya basis produksi atau kantornya dari negara Inggris ke bagian Eropa. Berarti dalam hal ini sangat baik bagi negara Inggris yang memiliki dampak Negatif. 

  1. Terdapat Kisruh Internal, Lalu Apakah Ekonomi Inggris akan Terancam ? 

Resminya sendiri oleh Brexit masih bisa diiringi dengan adanya peristiwa Geopolitik yang bisa saja datang dari Pemimpin Partai Nasional Skotlandia. Menanggapi adanya Pernyataan Keras atas Sturgeon, perdana Menteri United Kingdom yang bernama Boris Johnson sudah menolak untuk bisa memberikan Skotlandia hak kemerdekaannya sendiri. Dan dari pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics atau CORE dari si Piter Abdullah Redjalam telah memprediksikan adanya goncangan tersendiri dari sebuah Internal di negara Inggris. 

Disini Piter juga telah mengatakan bahwa Arah dari Perekonomian negara Inggris masih saja kasar atau masih saja ditebak-tebak. Apakah nantinya negara Inggris ini bisa memiliki kesepakatan terbaik dengan adanya Uni Eropa, sehingga dari baiknya negara Inggris serta kerajaan lainnya bisa bahagia dalam menerimanya ataupun dengan sebaliknya. Bukan berarti dalam hal ini pertumbuhan dari Ekonomi negara Inggris merosot, namun belum bisa dipastikan saja. Apakah nantinya pertumbuhan dari Ekonomi di negara Inggris ini bisa jatuh setelah Brexit ? dan semua belum bisa ditentukan secara jelas. Karena sekali lagi, ini semua masih menebak-nebak arahnya ke mana menurut dari Piter. 

Namun dari sini dirinya memulai untuk berpendapat adanya peluang bagi negara Inggris untuk menemukan kesepakatan yang positif dengan negara Uni Eropa, walau bisa menjalani adanya kesepakatan ini pada perdagangan secara parsial, menurut dari Piter peluang negara Inggris ini bisa maju itu pasti ada. Jika adanya hukum alam, atau sebuah sikap saling membutuhkan antara UK dengan adanya UE bisa langsung dikedepankan. Tentu saja dari 2 pihak ini mampu untuk mengantongi kesepakatan yang untung meski kini sudah tidak dalam satu atap lagi ( dalam ruang lingkup di bagian UE ). 

Jadi bisa disimpulkan, dari keluarnya Inggris pada bagian Uni Eropa. Terdapat 3 perubahan yang masih saling tumpang tindih antara Brexit dan pertumbuhan dari perekonomian Inggris di luar Keberadaan Brexit itu sendiri.