Komitmen pada bidang Riset Hingga Traffic Light UE

Ternyata negara Indonesia dengan Uni Eropa memiliki sebuah komitmen bagus di bidang Riset. Kurang lebih kami mendapatkan berita ini dari Kompas.com yang menjelaskan di tahun 2030 mendatang, Bangsa Indonesia akan memasuki adanya bonus Demografi. Dan dari rentang waktu tersebut akan diperkirakan penduduk usia produktif Indonesia bisa jauh lebih besar. Tentu saja, tidak sampai disitu saja Indonesia juga sudah memiliki visi 2045 yang mana akan menjadi negara maju dan memiliki pendapatan yang tinggi. Untuk itulah, memang sangat diperlukan pada persiapan matang sejak saat ini. Dan salah satunya akan terus meningkatkan kerja sama di bidang riset sbobet88 bola dan juga di bidang Inovasi. 

Selain komitmen pada bidang Riset, ternyata Uni Eropa sendiri memiliki Traffic Light yang seru bagi para pelancong dan juga traffic light bagi pemberitahuan corona meningkat atau tidaknya. Ini dirasa memang sudah menjadi Inovasi terbaru bagi Uni Eropa. Untuk lebih lengkapnya jika kalian ingin mengetahui tentang Riset dan juga Traffic Light yang ada maka kalian bisa lihat lebih lengkap Informasinya di bawah ini. 

Komitmen Mengubah SDA Menjadi Inovasi 

Menurut dari Menristek Bambang, terdapat bonus demografi dan juga Visi Indonesia tahun 2045 dan benar-benar harus bisa diwujudkan. Untuk itulah, mengapa pihaknya ini akan langsung mengubah paradigma dalam pembangunan di Indonesia. Yakni, disini bisa mengubah langsung Paradigma dari pembangunan Sumber Daya Alam yang menjadi sebuah Inovasi dari Sumber Daya Manusia. Dan ini karenanya, sangat penting sekali belajar dari pengalaman negara-negara di Eropa. 

Secara terang, Menristek Bambang berbicara langsung bahwa negara maju di Eropa ini sudah sangat lama dengan cara memanfaatkan sumber daya manusianya. Hal ini memang dikarenakan mereka tidak pernah langsung berinovasi lagi. Hal ini dikarenakan, Kementerian Riset dan juga Teknologi ( Kemenristek ) bekerja sama dengan adanya Uni Eropa yang menyelenggarakan European Research Days tahun 2020. Tema yang diusung adalah tentang Boost Your Research Career in Europe. Dan untuk kegiatan yang sudah difasilitasi oleh Euraxess Asean dan menghadirkan langsung dalam sebuah rangkaian Webinar yang dimulainya sejak 19 Oktober kemarin ini hingga 26 Oktober tahun 2020. 

Selain itu, Uni Eropa juga menunjukan selain di sektor pendidikan secara umum namun juga ada dibidang Riset, Teknologi dan Inovasi. 

 

Peluang Terbaik yang Dikeluarkan Bagi Indonesia 

Duta Besar Uni Eropa yakni Vincent Piket untuk Indonesia secara langsung dapat menjelaskan adanya UE ini sangat amat bangga terhadap sebuah kerja sama dalam jangka waktu yang panjang di bidang Penelitian dan juga Bidang Teknologi. Lalu European Research Days ini sendiri adalah sebuah acara yang memang sangat amat istimewa dimana Uni Eropa menyelenggarakan Webinar untuk mempromosikan proyek Kerja Sama baru di dalam penelitian dan juga Inovasi  di antara Indonesia dengan Eropa. 

Menurut dari Vincent Piket, peluang ini akan sangat baik bagi ekonomi , lalu masyarakat, dan tentu saja hubungan dari Uni Eropa dengan Komitmen Euro 100 miliar untuk tahun 2021 hingga 2027. Lalu untuk Uni Eropa sudah mengalami pertumbuhan yang stabil dan juga bangga dengan hasil yang baik di Horison tahun 2020 dengan sebuah partisipasi 187 proyek dari peneliti dan juga institusi Indonesia. 

Mengenai Prioritas pertamanya adalah dalam bentuk sebuah penelitian dan juga Inovasi dalam menanggapi pandemi Virus Corona ini. Prioritas Kedua untuk bisa mengatasi perubahan Iklim Global. Dan dalam sebuah kesempatan ini, ada para peneliti dari European Research Council yakni ERC di antara Jerman, Austria, Prancis, Belanda, Slovakia, Finlandia hingga Luksemburg yang memang ada di bagian Uni Eropa. Semuanya memperkenalkan sebuah keunggulan Eropa di bidang Penelitian dari berbagai peluang pendanaan dan juga kerja sama penelitiannya. 

 

Warna Traffic Light yang Unik di Uni Eropa 

Yang kami dapatkan dari Travel.detik memberitahukan adanya Eropa yang menerapkan sistem dari pencegahan Corona dengan cara mereka akan selalu memasang lampu lalu lintas khusus. Jadi setiap warna lampu yang ada akan selalu mengindikasikan kondisi dari pandemi corona di suatu daerah. Warna-warna yang digunakan adalah warna lampu traffic yakni : Merah, Kuning , Hijau. Warna ini akan disusun secara langsung berdasarkan pada level dari resikonya tersebut. Yang membuat uniknya lagi, warna Traffic Light yang ada di sini ditambahkan 1 warna yakni Abu-abu ( menandakan data belum cukup untuk bisa menunjukkan adanya level atau tingkatan keparahan penyebaran virus corona ini ). 

Ada Sistem Traffic Light bagi Pelancong di Uni Eropa, Apa Itu? Halaman all - Kompas.com

Penentuan dari warna ini akan selalu dilakukan berdasarkan dari penghitungan laporan berita Corona baru untuk per 100.000 penduduknya kurang lebih selama 2 minggu atau terhitung 14 hari lamanya dengan tingkat tes corona yang sudah positif.

  1. Traffic Light untuk Warna Hijau 

Untuk warna yang satu ini sudah menandakan adanya jumlah kasus baru yang mana ditemukan dari 25 kasus untuk per 100.000 penduduk serta sudah di tes positif di bawah 4%. 

  1. Traffic Light untuk Warna Merah 

Bagi warna ini sudah langsung menandakan ada lebih dari 50 kasus baru per 100.000 penduduk dnegan hasil positif tesnya diatas 4% atau untuk jumlah kasus ini lebih dari 150 per 100.000 penduduk dalam waktu 2 minggu atau 14 hari lamanya. 

  1. Traffic Light untuk Warna Kuning

Dari warna ini maka kalian bisa menunjukkan terdapatnya 50 kasus infeksi baru per 100.000 penduduk dan juga yang di tes positif diatas 4%. Atau disini terdapat 25 hingga 150 insiden sementara yang mana menunjukkan hasil positifnya di bawah 4%. 

Informasi yang ada akan langsung dikumpulkan dan langsung diperbaharui oleh Pusat Pengendalian Penyakit Eropa di daerah Stockholm setiap Jum’at. Dimana nantinya mereka ini akan langsung mempublikasikan peta Eropa yang mana sudah langsung ditandai adanya warna sesuai data yang mana mereka ini akan mengumpulkan melalui adanya situs khusus. 

Selain dari itu, ada juga situs yang mana memberikan  gambaran umum mengenai perjalanan bagi 27 negara anggota Uni Eropa dan bisa mengaksesnya mulai dari pekan depan. Dengan adanya sistem ini, maka para wisatawan yang berasal dari Zona merah dan juga Abu-Abu bisa wajib saja dalam menunjukkan hasil negatif tes Corona dan mereka harus bisa menjalani karantina di negara Tujuan. Dan sebagian dari Zona Hijau serta Oranye dan bisa dengan bebas dari Karantina. Dan ini semua hanya saja berasal dari Zona Oranye dan diimbau dalam menunjukkan hasil yang negatif dari tes Corona. 

 

Sifat dari Traffic Light Terbilang Sukarela 

Jadi, setiap negara di Uni Eropa bisa berhak dalam menentukan apakah memang mereka ini akan mengambil bagian yang ada. Namun,dari sebagian besar negara ini sudah sangat setuju untuk mengadopsi sistem tersebut. Dan dari setiap negara anggota ini bisa menentukan persyaratan sendiri seperti halnya wajib membawa hasil negatif test Covid-19 atau masa dari periode karantina yang berbeda-beda. Sebagai salah satu contohnya adalah negara Italia yang mana mewajibkan semua pendatang dari negara Berisiko tinggi untuk membawa adanya hasil negatif test Covid-19 sebelum benar-benar tiba. 

Sistem baru ini memang akan secara resmi diluncurkan pada pra pekan depan. Dan untuk data ini sendiri akan langsung dipublikasikan selama 24 jam sebelum peta berkode warna ini diperbarui setiap Minggu. Dan seluruh Informasi ini ada dalam setiap Traffic Light yang mana tersedia di Situs Re-Open Uni Eropa. 

Itu saja yang bisa kami sampaikan saat ini, semua artikel yang menyangkut mengenai komitmen Indonesia dengan Uni Eropa di bidang Riset dan Traffic Light yang unik di Uni Eropa tayang di Travel.kompas dengan situs Travel.detik. Jika ada kesamaan maka, ini bukan faktor kesengajaan namun hanya berasal dari referensinya saja yang sama. Dimohon untuk memakluminya, Terima Kasih..