Kota Misterius di Eropa dari Rumah Penyihir hingga Pembunuhan

Pasti akan ada saja tempat-tempat yang sangat menyeramkan di sekitar kita. Terkadang juga bangunan yang pada lokasi tersebut tidak terlalu menakutkan, namun padahal kisah dibalik tempat tersebut justru menjadi momok bagi orang yang akan mengunjungi lokasi tersebut . Bentuknya pun akan bermacam-macam, dari kota mati hingga ada yang rumah sakit yang dapat membuat bulu kuduk kalian ini berdiri dan kalian akan merinding seketika. Berikut ini ada beberapa lokasi yang memiliki tempat tempat yang sangat menyeramkan dan akan memberikan kalian kesan yang sangat mengerikan.

Pripyat Kota yang sudah Terbengkalai di Ukraina

Apakah kalian pernah mendengar tentang adanya bencana nuklir yang paling terbesar yang terjadi di kota Chernobyl? 30 tahun setelah kejadian bencana nuklir itu, kota yang ini menjadi saksi bisu pada kejadian tersebut dan kota tersebut tetap ditinggalkan oleh penduduknya. Apalagi kalau sampai bukan Pripyat. Meski sudah terbengkalai, ada banyak orang yang sangat penasaran dan juga masih berusaha untuk mencari tahu apa yang masih tertinggal dalam kota tersebut. Di dalam kota mati tersebut masih ada terdapat ayunan yang sudah berkarat dan juga berdenyit ketika ayunan itu bergerak. Masih ada banyak pula boneka dan juga topeng gas yang berserakan yang ada di sekitarnya. Kalau kalian membayangkan nya pasti ya kaya tempat yang tidak berpenghuni saja tetapi jika kalian melihatnya lewat internet kalian akan merasakan ngeri apalagi ketika kalian ini langsung melihat nya pasti kalian akan membayangkan hal hal yang aneh yang menakutkan.

Edinburgh, Skotlandia, Tempat Praktek Pembunuh Berantai

Sudah ada banyak masyarakat yang berlindung di daerah yang sangat kumuh yang berada bawah tanah ketika kota Edinburgh ini dilanda kemiskinan. Akibatnya, pada kota Edinburgh Vaults menjadi tempatnya para penjahat bersarang. Salah satunya itu adalah Burke and Hare, mereka ini adalah para pembunuh berantai yang menjual mayat hasil bunuhan mereka ke sekolah kedokteran yang ada di sana pada tahun 1828-an. Dua orang tersebut membunuh sebanyak 16 korban dan hanya dalam jangka waktu 10 bulan saja, lalu mayat orang yang mereka bunuh itu mereka jual ke sekolah kedokteran yang ada di sana untuk menghilangkan jejak dan juga untuk mengambil uang dari hasil mereka jual.

Legenda Penyihir di Pendle Hills, di Lancashire Inggris

Pasti jika kalian hanya melihat gambarnya saja pada pemandangan Bukit Lancashire akan sangat menawan. Pepohonan yang ada serta rumput yang hijau akan membuat mata tidak ingin berhenti memandang keindahan yang ada pada pendle hills. Namun, keindahan yang ada tersebut berbanding terbalik dengan kejadian yang sudah tersebar di tengah masyarakat sekitar. Konon katanya, di daerah Lancashire ini dihuni oleh seorang penyihir yang bernama Pendle. Namun, penyihir tersebut telah dieksekusi karena ia dituduh menjadi penyebab dari kematian warga setempat yang ada di sana. Dan hal inilah yang membuat perbukitan tersebut menjadi sebuah legenda yang sangat menakutkan untuk warga sekitar, tapi untuk sekarang ini hanya menjadi sebuah legenda saja.

Hotel Jamaican yang Penuh dengan Misteri di Cornwall Inggris

Penginapan jamaican ini sudah dibangun pada tahun 1750-an. Di balik bangunan nya yang sangat megah dan klasik ini, ternyata dulunya terdapat sebuah misteri yang hingga sekarang itu masih belum terpecahkan selama bertahun-tahun lamanya .Konon katanya, ada seseorang yang telah meninggal di lahan berburu. Sayangnya, penyebab pada kematian tersebut hingga sekarang tidak diketahui apa penyebabnya. Apalagi lokasinya pada hotel ini yang berkabut. Yang sangat menariknya itu, untuk memecahkan misteri tersebut, pengelolanya yang ada akan memberikan kalian permainan untuk investigasi untuk mengungkap pada kejadian tersebut. Hadiah yang akan kalian dapatkan cukup menggiurkan, yaitu dengan kalian bermalam di hotel horor satu ini.

Perburuan Massal Penyihir di Skotlandia

Perburuan massal yang paling terbesar yang ada dalam sejarah Skotlandia ini menyebar layaknya kobaran api pada musim panas. Perburuan massal ini berawal di desa kecil yang ada di Edinburgh, dimana ada 200 orang yang dituduh sebagai seorang penyihir hanya dalam waktu sembilan bulan.

Sebelum tahun 1662 ini berakhir, ada banyaknya orang yang dituduh sebagai penyihir sekiranya ada 660 orang yang saat itu sudah dituduh penyihir. Laporan tentang ada berapa banyak dari orang-orang yang dituduh sebagai penyihir ini sebenarnya dieksekusi bervariasi. Yang memiliki  bukti kuat itu hanya 65 orang saja yang dibawa ke pengadilan lalu dieksekusi dan yang satu bunuh diri. Namun ada beberapa perkiraan yang menyebutkan jumlah dari “penyihir” yang sudah dibunuh mencapai 450 orang. Kebanyakan yang dari mereka itu dibakar hidup-hidup oleh para warga sekitar. Ahli sejarah telah menghubungkan bahwa perburuan ini selesai sampai akhir kekuasaan Inggris yang ada di wilayah tersebut.

Hakim yang ada di Inggris ini tidak bersedia untuk menuntut tersangka penyihir yang ada di Skotlandia. Jadi begitu orang Inggris ini mulai pergi, orang-orang yang ada di Skotlandia mulai mengeksekusi yang mereka duga itu adalah para penyihir.

Para pejabat gereja di setempat juga berperan dalam perburuan penyihir tersebut. Mereka ini mulai mengambil kesempatan untuk membangun kembali posisi yang mereka miliki ini sebagai pemain yang kuat setelah Inggris itu pergi dari skotlandia.

Kisah dibalik berakhirnya sebuah tragedi Great Witch Hunt Hunt ini sangatlah sederhana. Otoritas sekuler sangat bosan dengan kepanikan dan histeria yang ada pada zaman itu.  Sejumlah tersangka sebagai seorang penyihir telah dibebaskan dan orang-orang yang akan bertanggung jawab untuk menemukan penyihir ini lalu ditangkap, dan sudah tidak ada lagi yang akan diberikan wewenang.

Eksekusi 100 Orang di Ceko

Moravia Utara menjadi sebuah wilayah yang menjadi saksi pada sejarah sadisnya para perburuan penyihir yang ada di Republik Ceko pada pertengahan Abad ke-17.

Selama pada waktu itu, ada banyaknya ratusan wanita yang dibakar di tiang pancang sebagai seorang penyihir, dan satu percobaan pada penyihir bisa menghasilkan lebih dari 100 yang untuk dieksekusi.

Tragedi pembakaran para penyihir itu dimulai pada sebuah misa ketika ada seorang anak laki-laki altar melihat ada seorang wanita yang sudah tua mengantongi sebuah roti komuni dan bukannya ia langsung memakannya. Ketika seorang pastor itu mulai menanyakan maksud dan juga tujuan wanita tersebut, lalu wanita tersebut menjelaskan bahwa perempuan itu akan memberikan roti tersebut untuk sapi yang ia miliki hal ini ia lakukan untuk meningkatkan produksi susu si sapi agar ia bisa mengkonsumsi susu tersebut. Pastor itu menganggap bahwa perilaku yang dimiliki seorang wanita itu sebagai tanda sihir dan pastor tersebut memberitahu hakim yang mengkhususkan diri nya ke dalam kasus tersebut. Sangat disayangkan, sistem pada peradilan yang ada pada saat itu benar-benar menghasilkan sebuah pendapatan dari persidangan. Ketika para hakim yang ada di pengadilan sudah menghukum banyak orang untuk pembakaran penyihir itu di muka umum, mereka yang melakukan itu akan mendapatkan uang. Akibatnya, ada banyak cara untuk menemukan lebih banyak  lagi penyihir untuk diadili dan juga untuk dieksekusi agar mereka yang melakukan itu mendapatkan uang dari hasil mereka membakar penyihir. Metode yang mereka lakukan ini untuk menemukan korban yang baru lalu melibatkan pengumpulan para dukun dari “warga yang sangat peduli”