Kumpulan Dampak Corona Di Uni Eropa

Kasus dari datangnya virus Corona ini masih menyebar di belahan dunia dengan Negara sekitarnya. Yang dimana, sudah pasti akan berdampak jauh bagi Negara yang terkena impasnya tersebut. Termasuk lagi Negara Uni Eropa ini. Sebenarnya si beberapa Negara yang ada sudah mulai kondusif dari adnya virus Corona ini, namun dinyatakan belum stabil dari kondisi pemerintahan Negara tersebut. Berita terbaru , Negara Vietnamlah yang bisa meminimalisir keadaan Virus Corona dengan cepat. Bisa diakui, pemerintahan di sana bagus dalam menerapkan social distancing dan sebagainya demi kelangsungan hidup masyarakatnya yang baik ini.

Kumpulan Dampak Yang Diterima Uni Eropa Karena Corona

Kasus 1 – Italia terang-terangan meminta Bailout terhadap Uni Eropa

Di lansir langsung mengenai Perdana Menteri Italia yang bernama Giuseppe Conte yang memang meminta langsung kepada Uni Eropa di dalam penggunaan sebuah dana dalam penyelamatan Bailout dalam mengurangi sebagian dampak bagi gejolak perekonomian dan adanya pandemic virus Corona ini yang langsung menyerang dunia, melewati Negara China terlebih dahulu.

Untuk dalam sebulan terakhir pun Italia meamng tergolong sebagai Korban Tewas dengan mencapai 3.405 jiwa yang dimana lebih dari 41.000 lebih kasus ini melampaui kematian di Negara China dengan korban jiwa sekitaran 3.253 jiwa.

Negara Eropa di bagian Selatan ini sudah melakukan sebuah lockdown, yang sudah berlangsung lebih dari seminggu lamanya. Perdana menterinya ini sendiri sudah mengatakan bahwasannya Uni Eropa harus menggunakan adanya dana dari agen bola setempat agar sekiranya dalam angka 500 miliar Euro atau bisa di setarakan langsug dengan mata uang Indonesia senilai Rp. 8.085 Triliun. Hal ini sudah di data langsung dari adanya sebuah puncak krisis utang di Negara Eropa dalam 1 dekade terakhir. Dari sini pun sang menteri keuangan di Negara Italia bernama Roberto Gualiteri sudah menegaskan langsung bahwasannya di tengah kondisi virus ini berlangsung memakai alat-alat ekonomi dengan berbagai cara yang sungguh Inovatif.

Sebelumnya juga kementrian keuangan dari Italia sudah mencetuskan adanya sebuah kemungkinan pada sebuah pnerbitan surat utang yang bersamaan langsung di Eropa. Penerbitan surat ini sendiri memiliki sebuah sifat yang sangatlah sensitive dikarenakan, dilihat secara teknisnya si bisa menggabungkan adanya sebuah utang Negara Eropa ini menjadi sebuah ikatan bersama. Untuk itu, Negara Belanda, lalu Jerman dan juga Finlandia ini sendiri sudah mewaspadai akan sebuah integrasi yang lebih lanjut lagi mengenai sebuah ekonomi corona yang sedang melanda saat ini.

UE Sempat Ribut Masalah Biaya Imbas Dari Corona

Negara di Negara UE ini memang memiliki sebuah pendapat berbeda dari penyepakatan dalam penanggulangan dari virus Corona ini terhadap perekonomian UE sendiri. Langkah awal sendirid ari UE ini ialah dengan memberikan adanya sejumlah dana yang memang besar untuk bisa menolong adanya sebuah bisnis dan juga tenaga kerja dari sebuah virus Corona. Dari sini pun juga Bank Sentral Eropa juga sudah meluncurkan adanya ratusan miliar ke pasar agar dapat mencegah adanya krisi keuangan yang baru.

Namun, ada juga mengenai pandangan berbeda dari datangnya Kanselir Jerman Angela Merkel yang sudah di dukung langsung dari pemimpin joker123 Austria dan juga Negara Beladna. Dimana, Negara ini sendiri tidaklah menolak adanya sebuah berita dari surat utang yang di terbitkan pada level UE sendiri yang dikhawatirkan akan memiliki dampak kepada sebuah pembayaran pajak yang jauh lebih besar dan juga sudah di tanggung oleh keseluruhan anggota itu sendiri.

Walau dalam hal ini para ekonom ini sudah mengadakan adanya sebuah penetapan dari tingkat sebuah bunga pinjaman yang memang wajar bagi Negara-negara yang saat ini terpaparkan langsung karena adanya virus corona ini . akan tetapi, dari sini terdapat 9 merkel yang jelas menolak adanya penerbitan sebuah surat utang tersebut.

Dari sini pun Merkel pun juga mengusulkan adanya sebuah pencairan dana dengan sebesar 7,425,8 triliun rupiah atau per kursnya di angka 16.356 dengan tersisa di ESM. Dana ini sendiri emamng telah membantu Negara selama adanya krisis utang UE dalam jangka waktu 8 tahun silam.

Yang terjadi ialah, Negara Eropa yang ada di bagian Selatan marah mengenai ide tersebut. Disini dimana , penggunaan dana ESM itu sendiri jauh lebih hemat di bandingkan dari adanya penerbitan surat utang. Sementara ii juga masih adanya dana terkait dengan adanya sebuabh pinjaman Bailout ke Negara Yunani , lalu Siprus, Portugal sampai ke Irlandia.

Kurang Lebih Ekonomi UE Akan Terkoreksi Sebesar 10%

Dilanjutkan lagi dari adanya Ekonomi UE ini yang masih masuk kedalam masa-masa gelap dengan memiliki sebuah skala yang terjadi di masa sebelumnya. Dari salah satu situs ini juga sudah mengukur sebuah sector dari jasa serta manufaktur dengan cara mengindikasikan kontraksi tahunan dengan besaran persen sebesar 10%. Dan untuk hal ini sendiri sudah di tunjukkan langsung melalui sebuah penuruan pada konsumen serta ketenagakerjaan dan juga bisnis.

Sempat mencapai penuruan yang terjadi sekitaran 29,7 pada bulan maret lalu yang dimana ini menjadi sebuah penurunan drastic dengan Indeks jauh pada bulan Februari tahun 2020 yang dimana memiliki nilai 51,6.  Disini pun adan beberapa hal yang bisa mengindikasi terjadinya sebuah kontraksi dengan semua Negara di Uni Eropa dengan adanya Indeks yang rendah.

Disini bisa dilihat untuk sector yang ada seperti sector jasa, lalu ada juga sector dalam perhotelan dan juga restoran mencapai kemerosotan di angka 26,4 dan untuk salah satu negaranya juga mengalami sebuah penuruan terbesar yakni 17,4 di Negara Italia.

Dari emmburuknya para kinerja di bidang Industri jasa ini sudah menunjukan jelas bahwasannya wabah dari Covid-19 itu sendiri juga sudah cukup di dalam bisnis pariwisata dengan rekreasinya. Hamper sudah di ke seluruhan Negara UE ini juga memperpanjang adanya sebuah pemberlakuan bagi status darurat dengan adanya kesehatan seiring dari meningkatnya sebuah kasus positif mengenai wabah Virus Corona ini.

UE Menerapkan Peraturan Mengenai Perlindungan Pekerja Yang Terkena Dampak Dari Virus Corona

UE sendiri memang ingin mengumumkan sebuah rencana untuk bisa mencegah adanya sebuah bisnis di Negara yang memiliki dampak terhadap virus corona ini yang tidak akan memecat adanya para pekerja yang diaman saat mereka benar-benar sedang berjuang untuk bisa memenuhi sebuah kebutuhan hidup meres sendiri denagn keluarga mereka. menurut Presiden disana, membantu adanya masyarakat agar nanti bisa untuk melanjutkan sebuah kehidupan dari pekerjaan ini menjadi sebuah permintaan yang meningkat dan terhitung juga pnting untuk bisa memulai adanya mesin Ekonomi di UE sendiri tanpa memiliki sebuah penundaan lagi.

Memang belum ada hasil akhir yang pati, akan tetapi juga sudah ada tulisan yang dilansir oleh salah satu situs yang menyebutkan Von Der Leyen jika nantinya tidak ada sebuah pesanan maka tidak aka nada sebuah guncanagn pelerjaan eksternap dan dengan begini mereka semua tidak mesti dilakukannya sebuah pemecatan terlebih dahulu.